Minggu, 02 Desember 2012

Model Data Part II

Sebelumnya saya telah membahasa mengenai Model Data , nah sekarang saya akan membahas lebih lanjut mengenai Model Data ini.

Lanjutan dari pembahasan saya yang lalu mengenai Entity Relationship Diagram yang merupakan salah satu contoh dari model data.
Sebelumnya mari kita lihat arsitektur pada sistem basis databerikut ini :


  • View, merupakan hasil atau output yang dapat dihasilkan dari logical level yang kita buat.
  • Logical Level, merupakan tahap dimana kita membuat ERD yang menyangkut pemikiran logical mengenai sistem yang dibuat (Entitas, Relationship, dan Relationship)
  • Physical Level, merupakan tahap pemikiran dari fisik yang ada pada sistemnya, seperti berapa besar memori yang dibutuhkan.
Pada pelaran RPL ini kita disuruh membuat sebuah ERD dari kasus diberikan, kelompok saya mendapatkan kasus mengenai Kehadiran Karyawan. Pada awalnya kami mengerjakannya tanpa memikirkan apa yang akan menjadi view dari sistem ini, jadi kami langsung memulai dari tahap logicalnya yaitu dengan menggambarkan ERD-nya. 

Pada saat pembahasan dari tugas kelompok ini, kami baru mengetahui kalau dalam pembuatan ERD ini , harus diperhatikan mengenai view-view apa saja yang bisa dihasilkan, dan view-view tersebut tidak boleh dimasukkan sebagai entitas maupun atribut ke dalam ERD-nya. Salah satu kesalahan pada kelompok saya, yaitu pada kasus kehadiran karyawan ini, ada gaji yang diberikan kepada karyawan, dan kami mengira bahwa gaji itu merupakan atribut dari entitas karyawan, tetpai ternyata gaji itu merupakan view yang dihasilkan dari sistem ini.

Dengan mengetahui tentang arsitektur dalam basis data tersebut, saya sekarang merasa lebih mengerti dan memahami bagaimana cara merancang ERD dengan benar.
Sekian pembahasan saya mengenai lanjutan dari Model Data ini ^^

Minggu, 25 November 2012

Sim-SE

Sim-SE adalah simulator dari software engineering atau lebih sering dikatakan sebagai sebuah game / permainan tentang membuat software. Dalam game ini, kita seperti menjadi manajer atau pimpinan dari suatu perusahaan pembuatan software yang memiliki karyawan yang ahli dalam bidangnya masing-masing. Tujuan dari permainan ini yaitu menghasilkan sebuah software yang merupakan permintaan dari customer. Cara untuk membuat atau menghasilkan softwarenya berbeda-beda tergantung dari model pembuatannya. Dalam Sim-SE ini , ada 3 model yang dimainkan yaitu :
  1. Sim-SE Waterfall Model
  2. Sim-SE Incremental Model
  3. Sim-SE Rapid Prototyping Model
Pertama kali saya memainkan game ini, score saya masih rendah dan tidak memuaskan, terutama pada waterfall model, saya mendapat nilai 0 dan yang paling tinggi hanya 30. Tetapi setelah itu setelah saya memainkannya beberapa kali nilai saya cukup meningkat, dan dengan penjelasan dari teman-teman saya tentang bagaimana cara memainkannya, akhirnya saya bisa mencapai nilai 91 pada waterfall ini, meskipun tidak mencapai nilai 100 tetapi bagi saya nilai itu sudah cukup memuaskan.
Sebenarnya, pada waterfall model tidak terlalu sulit jika kita sudah mengetahui cara memainkannya dengan benar. Pada waterfall ini , proses-proses atau langkah-langkahnya harus dikerjakan secara bertahap, maksudnya langkah berikutnya harus dikerjakan setelah langkah sebelumnya selesai. Dan kita harus memilih karyawan mana yang mempunyai keahlian dan pengalaman dalam bidang-bidang yang ada. Jika salah memilih, nantinya akan berpengaruh pada nilai akhirnya.

Pada Sim-SE Incremental model, pertama kali saya memainkan , nilai saya mencapai 80,.. tetapi setelah saya mencoba untuk mendapatkan nilai lebih tinggi, nilai yang saya dapatkan menjadi semakin rendah. Untung saja pada beberapa percobaan saya yang terakhir , nilai saya semakin tinggi , dan saya bisa mendapatkan nilai 100. Ketika itu saya sudah mendapatkan gambaran tentang cara memainkan model incremental ini dengan benar tetapi, saat saya mencoba memainkannya lagi nilai saya tidak mencapai 100 lagi hanya 90an saja, jadi sebenarnya saya masih bingung memainkan model incremental ini, karena saya tidak mengetahui cara atau langkah-langkahnya yang benar untuk mendapatkan nilai 100.

Pada Sim-SE Rapid Prototyping Model, pertama saya mencoba memainkan model ini , saya mendapat nilai  79. Sama seperti incremental model, pada percobaan saya seterusnya nilai saya menjadi semakin rendah, sampai pada akhirnya saya mencoba memainkannya dengan cara berbeda, mengingat ini merupakan model prototype, maka dalam model ini customer atau pelanggan adalah hal yang penting, karena itulah dalam game ini saya mencoba beberapa kali untuk mendevelop ptototype dan memperlihatkannya kepada customer untuk dievaluasi. Setelah saya merasa sudah cukup , maka langkah selanjutnya yaitu langsung mengikuti langkah-langkah akhirnya seperti membuata requirement specification, design system , dan implement system. Dan saya berhasil saya mendapat nilai 96.

Sekian penjelasan saya mengenai game Sim-SE ini.. ^^

Senin, 12 November 2012

Prototyping Model

Prototype adalah model awal / model mula-mula yang menjadi contoh. 
Selanjutnya model awal tersebut akan diperlihatkan kepada pelanggan untuk mengevaluasi dan mengetahui apa lagi yang diinginkan oleh pelanggan, dan selanjutnya model awal yang tadinya itu akan dikembangkan lagi sesuai dengan permintaan pelanggan, proses ini akan berulang terus sampai pada waktu dimana pelanggan merasa sudah puas dengan hasil akhirnya. Proses inilah yang disebut dengan Prototyping Model..

Prototyping Model cocok digunakan jika pelanggan sulit untuk mendefinisikan atau mengkomunikasikan kebutuhannya pada sistem yang direncanakannya secara lebih mendetail. Tetapi tentu kondisi ini akan membuat pengembang mungkin akan sulit atau tidak yakin terhadap efisiensi algoritmna , adaptasi dan sistem operasi atau bentuk interaksi yang harus dibuat untuk memuaskan pelanggannya.

Prototyping mempunyai 2 jenis yang akan terjadi pada saat pengerjaannya :
  • Close Ended Prototyping
Prototyping yang dihasilkan hanya digunakan untuk mendefenisikan requirement dari pelanggan dan selanjutnya pengembang akan menggunakan model yang berbeda untuk melanjutkannya. Jenis Close Ended Prototyping ini juga disebut Throwaway Prototyping, karena jika sudah mendapatkan requirementnya, maka model ini akan dibuang, dalam artian tidak dipakai lagi.
  • Open Ended Prorortyping
Merupakan jenis prototyping yang jika sudah jadi dan disetujui oleh pelanggan, maka prototype tersebut akan dilanjutkan lagi. Prototyping model ini disebut juga Evolutionary Prototyping.

Ada 2 hal yang penting dalam membangun sebuah prototyping yaitu, "Visual Programming" dan "Reuse".

Selanjutnya saya ingin lebih mengetahui mengenai model prototype ini..mungkin masih ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membangun model ini...
Sekian dari saya.. Thankyou ^^

Kamis, 08 November 2012

Model Data

Model Data adalah sekumpulan konsep-konsep untuk menjelaskan tentang suatu data, bagaimana hubungan data tersebut dan batasan-batasan data yang ada dalam suatu organisasi, atau dengan kata lain Model data merupakan representasi dari sturkur data yang terdiri dari tipe (type), hubungan (relationship), batasan(constraints), dan operasi (operations).

Salah satu contoh model data adalah Entity Relationship Diagram (ERD), model ini merupakan model yang menjelaskan hubungan-hubungan antar data yang ada dalam basis data berdasarkan objek-objek dasar data yang mempunyai hubungan antar relasi


Dalam model ERD, ada beberapa simbol-simbol yang digunakan untuk membuatnya :
  • Entitas , yaitu merupakan suatu objek yang yang mewakili sesuatu yang nyata dan dapat dibedakan dari sesuatu yang lain. Simbol dari entitas berbentuk persegi panjang.
  • Atribut, elemen-elemen yang mendeskripsikan suatu karakteristik dari sebuah entitas. Simbol atribut berbentuk elips.
  • Relasi,  hubungan antara entitas yang satu dengan entitas lainnya. Simbol entitas berbentuk belah ketupat. Ada beberapa bentuk relasi yaitu sbb :
    1. Satu ke Satu (One to One)
    2. Satu ke banyak (One to many)
    3. Banyak ke banyak (Many to many)
Sekian penjelasan dari saya mengenai model data dan ERD .. Thankyou ^^

Kamis, 01 November 2012

Proses Bisnis

Proses Bisnis adalah kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan cara berbisnis yang dilakukan atau diterapkan oleh suatu perusahaan yang bertujuan untuk memperoleh hasil bisnis yang efektif dan efisien bagi perusahaan tersebut.

Pada pelajaran mengenai proses bisnis ini, kita mengambil contoh pada perusahaan rental mobil. Kita dibagi dalam kelompok-kelompok untuk mendiskusikan proses bisnis apa saja yang ada dalam perusahaan ini. Apa-apa saja proses-proses bisnis yang ada pada perusahaan rental mobil ini ? Untuk dapat mengetahuinya, langkah pertama yang dilakukan agar memudahkan kita untuk mengetahuinya adalah, kita mendeskripsikan divisi-divisi atau bagian-bagian apa saja yang berperan dalam proses bisnis perusahaan tersebut. 

Menurut kelompok saya, divisi-divisinya yaitu divisi administrasi yang terbagi menjadi Customer Service dan Accounting, selanjutnya ada divisi pengendalian/controlling, dan tentunya selain divisi-divisi tersebut ada seorang pimpinan perusahaan tersebut. Tugas dari divisi administrasi yaitu, melayani pelanggan dan mengurus masalah penyewaan mobil dan pembayaran oleh pelanggan. Tugas divisi pengendalian/controlling yaitu mengecek ketersediaan dan kondisi mobil apa saja yang dapat direntalkan.

Salah satu contoh proses bisnis yang terjadi adalah Proses Penyewaan Mobil. Awalnya pelanggan mendatangi perusahaan rental mobil , dan selanjutnya customer service akan melayani pelanggan, kemudian akan dicatat data pelanggan dan jenis mobil apa yang dipinjam dan dalam jangka waktu berapa lama, selanjutnya pelanggan mendapat bukti transaksi/struk yang nntinya akan dibayar oleh pelanngan dan ditperlihatkan pada bagian controlling untuk mendapatkan mobil yang dipinjam. Setelah itu pelanggan akan mengembalikan mobil sesuai dgn jangka waktu peminjaman.

Proses bisnis tersebut merupakan salah satu contoh yang kelompok saya buat, sebenarnya masih banyak lagi proses atau aktifitas yang terjadi dalam perusahaan rental mobil ini, seperti yang dibuat oleh kelompok lain. Dari hasil pembelajaran ini saya merasa masih kurang dapat menggali lebih dalam tentang proses-proses bisnis pada perusahaan rental mobil ini, dan saya berusaha untuk mencoba lagi untuk memahami lebih dalam mengenai proses bisnis.
Sekian dlu dari saya.. ^^

Kamis, 25 Oktober 2012

Software Process Model

Untuk membuat sebuah software, ada beberapa model yang bisa kita gunakan yaitu Waterfall Model, Prototyping Model, Incremental Model, Spiral Model, dan RAD (Rapid Application Development).

  • WATERFALl MODEL
Model ini merupakan model proses pembuatan software yang sederhana dan merupakan model pengembangan paling lama digunakan. Model Waterfall ini cocok digunakan untuk sistem software berskala besar dan untuk sistem software yang bersifat generik. Software yang dikembangkan dengan metode ini biasanya menghasilkan kualitas yang baik. Tetapi, persyaratan sistem dan rincian proses harus benar-benar jelas dan tidak boleh berubah-ubah karena sulit untuk mengadaptasi jika terjadi perubahan spesifikasi pada suatu tahapan pengembangan.

Langkah-langkah Waterfall Model adalah:
  1. Requirements Analysis and Definition : mengumpulkan kebutuhan secara lengkap kemudian dianalisis dan didefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun.
  2. System and Software Design : desain dikerjakan setelah kebutuhan selesai dikumpulkan secara lengkap.
  3. Implementation and Unit Testing : desain program diterjemahkan ke dalam kode-kode dengan menggunakan bahasa pemograman yang sudah ditentukan. Program yang dibangun langsung diuji baik secara unit.
  4. Integration and System Testing : penyatuan unit-unit program kemudian diuji secara keseluruhan (system testing).
  5. Operation and Maintenance : mengoperasikan program dilingkungannya dan melakukan pemeliharaan, seperti penyesuaian atau perubahan karena adaptasi dengan situasi sebenarnya.

  • PROTOTYPING MODEL 
Prototyping Model atau proses pengembangan perangkat lunak melalui mekanisme pembuatan prototip dari perangkat lunak sering digunakan bilamana terdapat permasalahan dalam menghimpun kebutuhan user atau user tidak dapat menggambarkan seperti apa kebutuhannya akan perangkat lunak.
Pengembang akan membuat protoip perangkat lunak berdasarkan gambaran awal atau analisa kebutuhan awal lalu dikomunikasikan kepada user. Proses berulang sampai user menyetujui prototip yang disetujui digunakan untuk menyususn requirement dan rancangan baru atau prototype dilanjutkan untuk menjadi perangkat lunak yang lengkap.

Langkah-langkah Prototyping Model adalah :
  1. Pengumpulan Kebutuhan, garis besar kebutuhan melibatkan pelanggan dan pengembang.
  2. Membangun Prototyping, membangun prototyping dengan perancangan sementara yang berfokus pada penyajian kepada pelanggan (mis: dengan membuat input dan format output).
  3. Evaluasi Prototyping.
  4. Mengkodekan Sistem, prototyping yang sudah disepakati diterjemahkan ke dalam bahasa pemograman yang sesuai.
  5. Menguji Sistem, setelah sistem jadi, perangkat lunak yang siap pakai harus dites. Pengujian dengan white box, black box, basis path, pengujian arsitektur,dll.
  6. Evaluasi Sistem.
  7. Menggunakan Sistem.


  • INCREMENTAL MODEL
Inceremental Model merupakan proses yang dirancang untuk menghasilkan perangkat lunak dengan teknik penambahan sedikit demi sedikit (incremental). Incremental Model menghasilkan serangkaian penambahan, yang disebut inkremen, yang memberikan fungsionalitas yang semakin baik kepada pelanggan saat masing-masing inkremen itu disampaikan. Dan ada juga yang mengatakan bahwa Incremental Model ini merupakan perbaikan dari Waterfall Model. 
Biasanya digunakan pada saat situasi dimana spesifikasi-spesifikasi kebutuhan perangkat lunak saat awal sudah terdefinisi dengan baik, tetapi lingkup keseluruhan usaha pengembangan perangkat lunak tidak bisa dilakukan secara linier. 

  • SPIRAL MODEL 
Model Spiral merupakan suatu model proses perangkat lunak evolusioner yang menggabungkan pendekatan prototyping yang bersifat iterative dengan aspek-aspek sistematis dan terkendali yang kita jumpai pada model air terjun (waterfall model). Model Spiral ini menyediakan kemungkinan untuk pengembangan perangkat lunak yang cepat, yang bergerak daei versi perangkat lunak yang kurang lengkap menjadi versi yang semakin lengkap. 
Menggunakan model spiral, perangkat lunak dikembangkan mengikuti sejumlah peluncuran produk yang bersifat evolusioner. Selama tahap yang lebih awal, produk/perangkat lunak yang diluncurkan mungkin berupa sebuah model atau suatu prototype. Pada langkah-langkah iterasi berikutnya versi-versi perangkat lunak semakin lengkap akan dihasilkan.

Langkah-langkah Spiral Model :
  1. Komunikasi.
  2. Perencanaan, pembuatan prakiraan-prakiraan , penjadwalan dan analisis terhadap risiko-risiko perangkat lunak.
  3. Permodelan, analisis perancangan.
  4. Konstruksi, penulisan kode-kode program.
  5. Penyerahan sistem/perangkat lunak , pengiriman umpan balik.
 
  • RAD (RAPID APPLICATION DEVELOPMENT)

Rapid application development (RAD) atau rapid prototyping adalah model proses pembangunan perangkat lunak yang tergolong dalam teknik incremental (bertingkat). RAD menekankan pada siklus pembangunan pendek, singkat, dan cepat. Waktu yang singkat adalah batasan yang penting untuk model ini. Rapid application development menggunakan metode iteratif (berulang) dalam mengembangkan sistem dimana working model (model bekerja) sistem dikonstruksikan di awal tahap pengembangan dengan tujuan menetapkan kebutuhan (requirement) user dan selanjutnya disingkirkan. Working model digunakan kadang-kadang saja sebagai basis desain dan implementasi sistem final.

Model RAD mengadopsi model waterfall dan pembangunan dalam waktu singkat yang dicapai dengan menerapkan :
  1. Component based construction ( pemrograman berbasis komponen bukan prosedural).
  2. Penekanan pada penggunaan ulang (reuse) komponen perangkat lunak yang telah ada.
  3. Pembangkitan kode program otomatis/semi otomatis.
  4. Multiple team (banyak tim), tiap tim menyelesaikan satu tugas yang selevel tapi tidak sama. Banyaknya tim tergantung dari area dan kompleksitasnya sistem yang dibangun.
Jika keutuhan yang diinginkan pada tahap analisis kebutuhan telah lengkap dan jelas, maka waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan secara lengkap perangkat lunak yang dibuat adalah berkisar 60 sampai 90 hari. Model RAD hampir sama dengan model waterfall, bedanya siklus pengembangan yang ditempuh model ini sangat pendek dengan penerapan teknik yang cepat.
Sistem dibagi-bagi menjadi beberapa modul dan dikerjakan beberapa tim dalam waktu yang hampir bersamaan dalam waktu yang sudah ditentukan. Model ini melibatkan banyak tim, dan setiap tim mengerjakan tugas yang selevel, namun berbeda. Sesuai dengan pembagian modul sistem. ( http://id.wikipedia.org/wiki/Rapid_Application_Development )

Sekian penjelasan singkat saya mengenai Model Proses Software.. ^^


Sabtu, 13 Oktober 2012

Pentingnya membaca..!!

Pada pertemuan lalu hari jumat, kami disuruh menjelaskan apa yang kami ketahui mengenai materi tersebut, tetapi kami semua tidak dapat menjelaskanya dan hal ini membuat dosen kami marah dan kecewa karena tidak satu orangpun yang membaca materi yang diberikan oleh dosen kami pada pertemuan sbelumnya. Seandainya kami semua tidak malas untuk membaca materi yg diberikan, mungkin saja kami smua bisa menjelaskannya. Dan sebenarnya tidak ada ruginya jika kita membaca, malah membaca sangat bermanfaat bagi kita.

Membaca itu sangat penting dan mempunyai banyak manfaat contohnya membaca buku, koran, majalah atau dari media yang lain, akan melatih otak kita untuk memusatkan pikiran. Otak kita diajak untuk memperhatikan kata demi kata yang ada pada teks tersebut. Karena kalau kita kehilangan bebeapa kata saja, bisa jadi kita tidak akan bisa menangkap keseluruhan maksud dari kalimat yang ada. Kalimat-kalimat yang menarik akan merangsang saraf otak kita untuk bekerja dan mengamati hal menarik tersebut. Ada penelitian yang membuktikan bahwa membaca buku bisa mencegah kita dari penyakit pikun. Mungkin karena kita selalu diajak berpikir ketika kita membaca, sehingga otak kita bisa tetap aktif.  (http://kertas-kecilkita.blogspot.com/2012/01/manfaat-membaca-buku.html)



Manfaat membaca:

  1. Menambah Kepintaran
Ini yang kita sudah sering dengar. Mereka-mereka yang banyak membaca memiliki indeks prestasi dan nilai terbaik di sekolahnya; dan tentu saja secara umum lebih berwawasan. Tapi sebenarnya tidak hanya itu.

Dalam paper yang berjudul What Reading Does for the Mind , Anne E. Cunningham menyatakan bahwa membaca, secara umum, membuat kita jadi pintar dan tetap seperti itu sampai tua nanti. Membaca memiliki konsekuensi kognitif yang lebih luas ketimbang sekedar memberi kemampuan bagi sang pembaca dalam menarik makna dari bacaan. Dalam waktu yang terakumulasi, kebiasaan membaca akan menjadikan kapabilitas kognitif seseorang meningkat dalam banyak aspeknya.


Lebih jauh lagi, studi yang dilakukan oleh Cunningham menemukan bahwa keterampilan berpikir analitis bisa diperkuat dengan membaca. Selain wawasan sang pembaca bisa meningkat, dia juga jadi punya kemampuan lebih dalam mengenali dan memahami pola, yang dari sinilah kemudian kemampuan analitis menjadi meningkat.


    2. Mengurangi Stres, Menenangkan Diri


Baiklah, membaca buku kalkulus III barangkali tidak malah membuat rileks. Tapi secara umum, ketika kita membaca, perhatian kita beralih ke bahan bacaan kita itu. Paling efektif manakala yang dibaca adalah buku fiksi, yang merupakan bacaan menarik sebelum tidur.


Tidak hanya itu, membaca juga membuat seseorang jadi anteng. Ya memang mana pernah Anda melihat seseorang yang tenggelam dalam bacaannya asyik berjingkrak-jingkrak. Membaca merupakan terapi yang baik bagi seseorang yang ingin mengistirahatkan fisik dan memberi asupan yang bergizi bagi pikirannya.


   3. Menambah Kosakata untuk Respon yang Lebih Baik


Sudah tahu kan; membaca meningkatkan penguasaan kita atas kata (kosakata/vocabulary) dan membuat pengejaan kita pada kata jadi lebih baik. Jika Anda pikir ini hanyalah cocok untuk anak kecil, coba pikirkan lagi. Pernahkah Anda seperti kehabisan kata-kata? Benak Anda sepertinya ingin memuntahkan sesuatu tapi Anda benar-benar kebingungan bagaimana representasi yang tepat untuk semua isi pikiran Anda?


Nah, hal itu bisa terjadi manakala kita masih kekurangan kosakata untuk mewakili perasaan atau gagasan kita. Kegagalan kita dalam mencari perwakilan kata yang presisi akan membuat diri kita merasa tak nyaman hingga sampai pada taraf pensabotasean diri. 

(http://silverfile.blogspot.com/2010/02/kegunaan-membaca.html )

Jadi mulai sekarang saya BERJANJI akan rajin membaca materi-materi yang diberikan oleh dosen kami. Banyak manfaat yang didapat dengan membaca, jadi mulai sekarang mulailah membaca kawan.. ^^


Selasa, 09 Oktober 2012

Analisis Sistem Informasi part II

Pada pembahasan yang sebelumnya saya membahas mengenai sistem, sekarang saya akan membahas mengenai sistem informasi (Information System).
Kemarin pada hari senin 8 oktober, saya kembali mempelajari mata kuliah Analisis Sistem Informasi yang diajarkan oleh Pak Sofyan. Kalau pada pertemuan sebelumnya kami belajar dengan cara berkelompok dan saling berinteraksi dengan kelompok lain, pada pertemuan ini kami belajar dengan cara yang tidak kalah menarik yaitu kami belajar sambil bermain BINGO! hahaha ^^

Cara bermainnya sama seperti bermain BINGO pada umumnya. Tetapi jika pada permainan Bingo pada umumnya menggunakan angka 1-25 , Bingo yang diberikan oleh kami itu berisi istilah-istilah yang berkaitan dengan Sistem Informasi. Selain istilah-istilah tersebut, terdapat juga satu kotak bertuliskan BINGO sebagai bonus dan terdapat juga beberapa kotak yang berisi tanda tanya(?) tanda tanya ini hanya bisa didapatkan jika kami dapat menjawab pertanyaan Pak Sofyan dengan benar atau jika kami mengajukan pertanyaan seputar istilah-istilah tersebut. Kebetulan saya mendapat 1 tanda tanya(?) setelah menjawab pertanyaan dari Pak Sofyan. Pertanyaannya adalah "Apakah pengertian dari data?" dan saya menjawab "Representasi dunia nyata" , Pak Sofyan mengatakan bahwa jawaban saya menggunakan bahasa yang terlalu tinggi tapi benar juga.. heheh.. dan akhirnya saya pun mendapatakan 1 tanda tanya(?) trima kasih pak ^^
Permainan pun dimulai, dan yang dibahas pertama itu adalah mengenai sistem informasi. Apa itu sistem informasi?
Sistem Informasi adalah suatu kumpulan dari komponen-komponen dalam perusahaan / organisasi yang berhubungan dengan proses pengumpulan, penyimpanan, pengolahan, dan distribusi informasi untuk mendukung pengambilan keputusan, pengendalian, analisis, dan visualisasi dalam organisasi.
Sistem Informasi dibuat dari/ terdiri dari Data, Information, dan Knowledge.
  • Data, merupakan kumpulan fakta-fakta (fakta dasar) yang merepresentasikan nilai, kuantitas, konsep, dan jumlah dalam kegiatan bisnis. Data akan bermanfaat jika dapat menghasilkan suatu informasi yang berguna.
  • Information, adalah kumpulan data (fakta) yang telah diolah / diproses dan disimpulkan sehingga menghasilkan fakta yang memiliki nilai tambah.
  • Knowledge, yaitu dapat memahami informasi yang diperoleh dari pengalaman / studi dan menghasilkan kemampuan untuk melakukan kegiatan yang efektif dan efisien.

Selanjutnya mengenai IS Model (Model Sistem Informasi).
IS Model terdiri dari :
  • Data Resouces 
Bagaimana suatu sumber data dihimpun, diformat, disimpan, dan dientri sehingga dapat mengetahui apa saja yang dapat dihasilkan.
  • Hardware Resources
Teknik pemasukan data yang didukung oleh Hardware (perangkat keras).
  • Software Resources
Sub sistem perangkat lunak yang memungkinkan sebuah komputer bisa bekerja dengan program yang ada untuk mengolah data sehingga bisa menghasilkan informasi.
  • People Resources
Berkaitan dengan kemampuan orang/ pengguna / user untuk mengoperasikan Software dan Hardware.
  • Network Resources
Berkaitan dengan jaringan komputer, media komunikasi, dan dukungan jaringan untuk distribusi informasi yang berbasis web.

Dalam IS Model terdapat juga beberapa kegiatan seperti: 
  • Input 
  • Processing 
  • Output 
  • Sistem Control
  • Storage
Dan istlah-istilah terakhir yang dijelaskan adalah berkaitan dengan Manajemen Level yaitu:
  • Level Operasional (Low Management) : Menerima data kemudian diolah. Pada level ini semuanya berhubungan pencatatan traksaksi, aktivitas harian staf, dan dukungan produksi.
  • Level Taktis (Middle Management) : Mendapatkan informasi dari level Operasional, yang memiliki kebijakan-kebijakan dalam mendukung tujuan jangka pendek dam aplikasi resouce.
  • Level Strategis (Top Management) : Informasi dari level Taktis akan dijadikan knowledge / pengetahuan untuk menghasilkan strategi-strategi yang mendukung tujuan jangka panjang organisasi.
Setelah semua istilah-istilah dijelaskan, kami kemudian melingkari istilah-istilah tersebut pada kertas Bingo. Tanda tanya(?) yang saya dapatkan sangat berguna karena dapat mendapatkan banyak BINGO.. saya mendapat 6 BINGO! hehehe ^^

Minggu, 07 Oktober 2012

Rekayasa Perangkat Lunak part I

Saya akan menjelaskan apa yang saya ketahui mengenai software yang sedang saya pelajari dalam mata kuliah Rekayasa Perangkat Lunak (RPL)..

Software adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan digunakan pada komputer yang berupa instruksi untuk menjalankan suatu program di komputer. Tetapi software tidak hanya berupa kumpulan data yang membentuk program, tetapi software juga dapat berupa kumpulan objek/item yang membentuk data dan dokumen.

Karakterisitik suatu software adalah : Software itu merupakan pengukuran (Software is engineered, Software itu tidak lapuk (Software doesn't wear out), Software itu kompleks, dalam membuat software banyak hal yang harus dipertimbangkan, Software itu seperti 'Aging Factory" , yaitu ada masanya maka software setiap saat diperbarui agar tidak ketinggalan dan menua(aging), dan software itu merupakan pembeda (Software is differentiator)

Macam-macam software / Softwarwe application  :
  • System Software = software yang melayani software yang lain, contohnya antivirus
  • Real-time Software = software yang melakukan olah data berdasarkan waktu
  • Business Software = software untuk keperluan bisnis
  • Engineering / Scientific Software = software untuk keperluan teknis dan pengetahuan, contohnya stellarium (software untuk melihat letak bintang dan matahari)
  • Embedded Software = software yang dimasukkan ke dalam hardware
  • PC Software = software untuk keperluan PC
  • AI Software = software yang biasanya digunakan dalam game untuk memprediksi.
  • Web Application = aplikasi web
 Salah satu cara pembuatan software yang paling mudah adalah dengan Waterfall Model


Materi yang ingin saya ketahui selanjutnya adalah kelanjutan dari waterfall model dan saya juga ingin mengetahui cara pembuatan software dengan model lain..^^

Selasa, 02 Oktober 2012

Analisis Sistem Informasi Part I

Untuk menganalisis suatu sistem informasi, terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu sistem. Dari 2 kali pertemuan yang membahas mengenai sistem, yang dapat saya ketahui mengenai sistem adalah bahwa suatu sistem itu mempunyai elemen atau komponen yang masing-masing elemen atau komponennya memiliki fungsi yang berbeda, dan dapat dikatakan sebagai suatu sistem jika elemen/komponen tersebut saling berkaitan satu sama lain untuk mencapai/menghasilkan suatu tujuan.

Jadi sekarang saya sudah memahami apa itu sistem, maka langkah selanjutnya kita harus mencoba menganalisis sebuah sistem agar dapat lebih memahami lagi mengenai sistem. Seperti tugas kelompok yang diberikan , yaitu tentang menguraikan elemen-elemen atau komponen-komponen berserta fungsinya masing-masing yang ada pada suatu sistem. Dari tugas tersebut, saya merasa mulai dapat melakukan analisis terhadap suatu sistem, meskipun pada tugas kelompok saya, masih terdapat beberapa kekurangan dibandingakn dengan kelompok lain. Tetapi, ini adalah proses pembelajaran jadi wajar saja kalau kami masih belum bisa mengerjakan secara benar dan tepat. Jika kami terus berlatih maka nantinya kami semua akan mampu menganalisis sebuah sistem dengan benar dan tepat.

Setelah kami belajar mengenai sistem, yang ingin saya tahu lebih lanjut yaitu tentang suatu sistem informasi dan apa kegunaan dari analisis sistem informasi..
Sekian dari saya.. Terima kasih sudah membaca tulisan saya.. hehehe.. ^^